Selaka sinar yang merayap ranting-ranting kering, surya yang lenyap dibalik selimut bumi, nyeri menggerogoti sela-sela hati, hati tersakiti oleh duri benci.

Retak...

Seperti batu karang yang terkikis oleh air sungai, seperti palu yang menghantam dinding besar, dan sama seperti hati manusia yang tergores oleh sebuah perpisahan.
Maaf ini ku tuturkan pada pagi yang tak sempat aku sapa, kepada mendung yang ku tolak kedatangannya. Sungguh senyum ini tak bisa aku berikan untuk pagi,  bahagia ini sedang mengangkat kaki dan berlari. Terutama semenjak kau pergi terhembus angin kuasa di sore hari.

Menyerahlah...
Itu yang dikatakan takdir saat aku rasa semuanya bisa bertahan.
Tersenyumlah...
Itu yang dikatakan hujan saat ternyata pengorbanan tak bisa lagi diteruskan.
Berbahagialah...
Itu yang dikatakannya saat takdir berkata menyerah lalu memisahkan.

Tak akan lagi aku dapatkan senyum manis itu Tuhan
Tak akan lagi aku temukan tempat kembali yang tenang itu
Aku pasrah,  aku lelah,  aku menyerah.

Aku sulit membedakan mana yang saat ini bisa disalahkan,  waktu yang terlalu cepat berlalu atau kamu yang tega meninggalkan marcapadaku?

Wahai bahagiaku...

Setiap malam aku selalu berbisik kepada bulan untuk sampaikan segala teriakan hati ini,  setiap pagi aku selalu titip senyum untuk hari indahmu,  setiap siang aku selalu berdoa untuk malammu yang tak sepi dan dingin.  Tapi kenyataanya,  takdir menghancurkan itu semua. Rintihan,  senyuman dan doaku hanya sampai kepada alam dan tak sampai ke hatimu yang hari ini mungkin telah dibahagiakan orang lain. Aku tidak pernah menyesal, aku tidak akan kecewa dan aku berbahagia untuk kebahagianmu dan kenangan kita.

Terimakasih....

Sumber foto : tumblr.com

Hallo, selamat datang untuk para pembaca yang baru mengunjungi blog ini, dan selamat datang kembali untuk teman-teman yang sering mengunjungi blog ini. Gak seperti biasanya yang menulis sajak, kali ini penulis mencoba berbagi pengalaman bersama kalian mengenai "Kepribadian", kepribadian bukan hal yang umum lagi di kalangan masyarakat, banyak dari kalian mungkin tertarik dengan kepribadian orang lain, tujuannya agar kalian dapat berkomunikasi dengan baik dengan si orang itu atau bahkan hanya sekedar menarik hati si orang tersebut. Disini penulis yang masih belajar dan awam ingin berbagi sedikit pengalaman menganalisa kepribadian orang lain, penasaran? Yuk kita bahas satu persatu cara menganalisa kepribadian.

Mencari tahu kepribadian orang lain memang tidak mudah, tapi setidaknya kita tahu kepribadian orang tersebut secara garis besar. Ada beberapa cara untuk mengetahuinya, dari mulai menganalisa dengan waktu hanya 5 detik dan bahkan sudah mengenalnya lebih lama. Lets see...

A. Mengetahui kepribadian seseorang dengan melihatnya saja

Yang pertama cara mengetahui kepribadian seseorang hanya dengan melihat kebiasannya atau melihatnya dari luar:

1. Sepatu

Menurut beberapa artikel yang pernah penulis baca, seseorang yang mudah gelisah cenderung merawat sepatu mereka dengan sangat baik, sementara untuk orang-orang yang menyenangkan cenderung memilih sepatu yang praktis. Nah kalian termasuk yang mana nih? Lain lagi dengan seseorang yang pendiam dan kalem, mereka biasanya memilih sepatu yang kurang nyaman dipakai dan terakhir orang yang agresif, mereka cenderung memilih sepatu boots yang menutupi. Dari pengalaman penulis, sering menemukan seseorang yang sangat apik dalam merawat sepatunya setelah dilihat-lihat ternyata mereka memiliki sifat gelisah yang lebih besar ketimbang mereka yang lebih memilih sepatu yang praktis.

2. Raut muka garang

Buat kalian yang sering menganggap negatif wajah orang garang jangan langsung mehakiminya bahwa dia adalah orang yang tidak baik, justru mereka yang memiliki wajah garang dalam kondisi tertentu bisa menjadi orang yang lebih baik dari yang lain, biasanya mereka memiliki sifat kooperatif dan ambisius, mereka akan melakukan apapun untuk meraih kemenangan.

3. Bentuk wajah

Menurut penelitian dari buku yang pernah penulis baca, orang berwajah simetris cenderung mempunyai masa kecil yang bahagia, sehingga berpotensi menjadi kaya di masa depan. Lain lagi dengan orang berwajah asimetris kemungkinan besar adalah seorang pemimpin.

Penulis yakin sekarang kalian sedang memikirkan seseorang, untuk dijadikan objek pemilihan kepribadian ini. Right? :D

B. Mengetahui kepribadian seseorang dengan hanya baru mengenal

Rasa penasaran selalu menggerogoti hati mereka yang ingin tahu kepribadian orang yang menurutnya menarik. Berikut cara mengetahui kepribadian seseorang dengan hanya kalian baru mengenalnya :

1. Jabat Tangan

Pernahkah kalian melihat orang yang baru bertemu langsung berjabat tangan? Orang-orang pembisnis berjabat tangan dengan kliennya? Berdasarkan survei dari Quora, masyarakat lebih banyak menilai seseorang pertama kali dengan berjabat tangan. Jabat tangan yang kuat biasanya mencerminkan seseorang yang percaya diri dan ekspresif dalam menyampaikan pemikrian mereka, sedangkan kebalikannya adalah seseorang yang kurang akan percaya diri.

2. Lihat caranya memanfaatkan waktu

Time is money, pernah mendengar istilah itu? yups benar sekali orang yang selalu on time dan perhitungan dengan waktu biasanya mereka adalah orang yang proaktif dan teratur, mereka memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Eitss jangan salah dulu, mereka yang sering terlambat dan berleha-leha bukan berarti mereka tidak baik, biasanya mereka adalah orang-orang yang santai dan menikmati waktu yang sedang mereka lalui.

3. Melihat dari cara meminum

Percaya atau tidak kepribadian diri bisa dilihat dari cara seseorang meminum air, menurut berita survey yang pernah penulis baca, seseorang yang melihat kedalam cangkir ketika sedang meminum cenderung lebih mawas diri, sadar diri, idealis dan fokus. Sedangkan yang melihat bibir cangkir ketika minum, cenderung mudah dipengaruhi orang lain, lebih sadar lingkungan, riang, ekstrovert dan mudah percaya.

4. Ponsel

Di era yang serba canggih ini, masyarakat tidak lepas peran dari perkembangan smartphone atau gadget, tapi tahukah kalian penggunan kita dalam smartphone juga mampu mendeteksi kepribadian kita. Ketika kalian sering melirik ponsel untuk sekedar memperbaharui status media sosial, ini bisa berarti kalian kurang stabil secara emosial dan mencoba meningkatkan suasana hati.

5. Kontak Mata

Seseorang yang membuat kontak mata berarti orang tersebut percaya diri dan dominan secara sosial.

C. Gunung atau Pantai?

Siapa nih yang suka mendaki gunung atau bersantai menikmati suara ombak di pantai? Kalian jika disuruh memilih antara gunung atau pantai apa jawaban kalian? Tentu saja jawabannya berbeda-beda ada yang memilih gunung, ada juga yang akan memilih pantai. Menurut artikel yang pernah penulis baca gunung dan pantai dapat menggambarkan kepribadian seseorang, termasuk Intovert atau Ekstrovert. Bagi kalian yang belum mengetahui apa itu inrovert dan ekstrovert, penulis beri sedikit penjelasan. Keduanya merupakan kepribadian manusia, dimana introvert adalah kepribadian yang lebih berkaitan dengan dunia dan pikiran manusia itu sendiri, biasanya orang introvert lebih cenderung menutup dirinya dari kehidupan luar, sedangkan ekstrovert adalah kebalikan dari intovert, orang ekstrovert biasanya lebih membuka diri mereka dari kehidupan luar. Nah setelah mengetahui apa itu introvert dan ekstrovert, selanjutnya penulis akan memaparkan kepribadian seseorang yang memilih gunung atau pantai.

Gunung - Introvert

Orang dengan kepribadian introvert biasanya digambarkan sebagai seseorang yang menutup diri dan tidak terlalu suka dengan gangguan dari luar. Nah untuk itu orang introvert memilih gunung karna gunung merupakan dataran tinggi yang sulit dijangkau oleh kebanyakan manusia, dan ini dijadikan tempat yang cocok untuk mereka mengisolasi diri.


Pantai - Ekstrovert

Orang dengan kepribadian ekstrovert akan lebih memilih pantai sebagai tujuannya untuk berlibur, selain itu pantai biasanya lebih ramai daripada gunung, serta banyak dikunjungi oleh orang-orang, karena orang ekstrovert lebih suka menjadi pusat perhatian. Di pantai juga banyak orang yang bisa diamati, diajak berbicara dan diajak bermain.

D. Kepribadian dari warna kesukaan

Secara garis besar penulis mengambil tulisan dari artikelnya science.idntime untuk mendeteksi kepribadian dari warna kesukaan. Menurut artikel tersebut analisis warna terhadap kepribadiaan lebih cocok ke wanita sebab  lebih menunjukan kesukaanya secara terbuka dibandingkan kaum pria. Nah berikut nih kesembilan warna yang mewakili kepribadian seseorang.

1. Hitam

Orang yang memilih warna hitam memiliki kepribadian :
  1. Suka mengatur
  2. Selalu ingin dihargai
  3. Memiliki gengsi yang cukup besar
  4. Takut mengambil resiko
  5. Penuh pertimbangan
  6. Aktif

2. Putih

Orang yang memilih warna putih memiliki kepribadian :
  1. Sensitif
  2. Memiliki sisi mendendam
  3. Rapih

3. Pink

Orang yang memilih warna pink memiliki kepribadian :
  1. Mudah bergaul
  2. Seringkali menunjukan sisi kekanak-kanakan
  3. Manja
  4. Mendramatisir suatu hal
  5. Romantis
  6. Ceria

4. Merah

Orang yang memilih warna merah memiliki kepribadian :
  1. Periang
  2. Pemberani
  3. Berani mengambil risiko dalam setiap langkah
  4. Menyukai tantangan
  5. Kurang sabar
  6. Dapat menahan marah namun jika sudah tahap puncak toleransi, kemarahannya akan sulit dikontrol dan cenderung dapat sampai menangis karena menahan marahnya yang sudah memuncak
  7. Memiliki energi kehangatan dan cinta.

5. Biru

Orang yang memilih warna biru memiliki kepribadian :
  1. Menyenangkan
  2. Bijaksana
  3. Pembawaan diri tenang saat menghadapi masalah
  4. Dinamis
  5. Senang berbagi
  6. Bersahabat
  7. Tidak terlalu suka menjadi sorotan banyak orang
  8. Menyembunyikan perasaan karena karakternya yang cenderung mencari jalan damai

6. Hijau

Orang yang memilih warna hijau memiliki kepribadian :
  1. Romantis
  2. Menyukai hal yang berbau alami dan keindahan
  3. Teguh pada prinsip
  4. Menginginkan kesempurnaan
  5. Mudah cemburu
  6. Mudah merasa iri
  7. Menjunjung tinggi suatu nilai toleransi dan kepercayaan.

7. Kuning

Orang yang memilih warna kuning memiliki kepribadian :
  1. Optimis
  2. Suka bergaul
  3. Periang
  4. Senang menolong
  5. Lincah dan aktif
  6. Tidak suka meremehkan kekurangan orang lain
  7. Loyal
  8. Hangat
  9. Meskipun karakternya optimis dan idealis, seringkali goyah dan tidak stabil
  10. Cenderung penakut

8. Ungu

Orang yang memilih warna ungu memiliki kepribadian :
  1. Optimis
  2. Tidak pernah ragu
  3. Menurutnya pasangan yang ideal adalah yang memiliki mental yang kuat
  4. Memiliki ambisi yang besar
  5. Memiliki empati yang besar
  6. Memiliki sisi misterius sebab seringkali menutupi perasaannya
  7. Terkadang bersikap keras kepala dan angkuh

9. Coklat

Orang yang memilih warna coklat memiliki kepribadian :
  1. Egois
  2. Memegang teguh pada prinsip
  3. Idealis
Itulah cara melihat kepribadian orang lain dari setiap sudut, balik lagi jangan menjadikan ini sebagai pedoman untuk kalian langsung menjudge orang lain ya, ini hanya sebagai acuan kalian berkomunikasi, karna kepribadian dapat berubah seiring berjalannya waktu, pengaruh lingkungan dan beberapa hal lainnya. So, keep your communication with others :)

*Mohon untuk tidak menyalin kembali tulisan ini tanpa mencantumkan author

Sumber Foto : https://www.pexels.com/




Tujuh dari minggu terdapat suatu tempat yang tak pernah terjamah oleh waktu, tempat itu masih saja berdebu oleh kejamnya rindu, setia menunggu sang penutup pintu yang menggetarkan kalbu. Berdustalah jika aku tak merindu,  membekam suara hati yang terus berteriak akan namamu, tapi Tuhan tak pernah miliki restu. Kalbu berseru tapi waktu membisu, senyummu meranggu seluruh duniaku.

Mula-mula melafalkan namamu seperti jarum yang menusuk kain, sakit namun mereparasi. Menikmati kesakitan akan merindukanmu seperti ramuan yang menyegarkan sekaligus meruntuhkan. Tapi kemudian aku sangat berani menyebut namamu, bahkan dalam doaku, senyummu mengetuk pintu hati yang telah lama berdebu. 

Kemudian... 

Selanjutnya... 

Pintu itu telah berhasil terbuka,  menerbangkan sejuta rindu. Retina ini menangkap satu pahatan karya Tuhan yang amat hati ini inginkan, tapi itu semua hanya dapat aku lihat tak dapat aku jamah. Wajahmu seperti seni rupa yang tak bisa aku miliki, bukan aku tak mampu menebusnya namun karna seseorang telah terlebih dahulu membawamu menjadi koleksinya.

Robohlah pintu yang berumur itu, langkah kakimu semakin menjauh, ragamu semakin tertelan jarak. Bawalah segala harapan indah ini semuanya, aku tak mampu lagi mengenggamnya.
Bawalah segala mimpi buruk ini, aku tak sanggup terbangun tanpa melihatmu kembali.

Bawalah bawalah bawalah...

Bersama dengan rasa yang tak pernah berhasil di daulat oleh Tuhan.

Sumber Foto : http://www.thisiscolossal.com/

Senja sudah tak sanggup menahan malam, ini pertengahan tahun yang manusia nantikan dan dijadikan sebagai pertimbangan akan harapan yang bersemayam, melepaskan seluruh harapan untuk diwujudkan. Detik terus berjalan, hari terus bertukar dan tahun terus digantikan, bermetamorfosis menjadi sesuatu yang lebih dari sekedar organisme terpintar dalam kerajaan hewan. Melihat manusia saling menceritakan pengalaman, membuatku ingin sedetik saja di dalam ketenangan, seperti tinggal landas mengudara menuju bulan, meninggalkan habibat yang selama ini menjadi tempat tinggal. Andai boleh berganti peran, mungkin mempunyai sayap lebih menyenangkan, terbang di atas awan dan mendengarkan harmoni yang alam suguhkan, bernyanyi mengikuti suara angin yang terus bergoyang.

Awal pertengahan tahun ini senja sudah tak menarik lagi, padahal selama ini di penghujung hari aku selalu menunggu senja segera tiba, tapi hari ini hatiku terus berdoa agar pagi segera menyapa, melihat surya menerangi jagat raya, seperti menunggu matahari memberikan cahayanya untuk aku yang sedang berfotosintesis, seperti melupakan sejuta kenangan dengan malam yang nyatanya selalu merampas oksigen yang telah aku kumpulkan. Aku rasa selama ini malam sudah membuatku dimabuk kepayang akan kenangan, bahkan beberapa tulisan selalu ada kata malam yang aku sisipkan, rasanya tidak adil jika aku terus menganggumi malam yang terus membuatku kelelahan, sedangkan pagi dan siang yang selalu menerangi pertumbuhan dan perkembanganku selalu diabaikan. Mungkin ini yang dikatakan manusia bergaya hidup nomadisme, nekat mengembara demi mendapatkan sesuatu yang lebih menyenangkan dan menenangkan dari sekarang.

Hidup selalu berbagi, bertahan dengan kenangan atau menyambut masa depan, keluar dari kandang yang nyaman atau megembara ke hutan yang penuh dengan rintangan, berdiam di dalam sangkar yang penuh dengan kenyamanan atau terbang bebas menyusuri setiap awan, semua itu berbagi akan pilihan.  Aku sadar, tidak semua hal yang membuat nyaman itu baik untuk pertumbuhan, terkadang tindakan yang di luar dugaan harus dilakukan demi suatu perubahan, biarlah yang telah menjadi kenangan menjadi satu penemuan yang akan menjadi sejarah yang dijadikan suatu penemuan bukan untuk terus di kenang dan di rindukan. Senja yang kemarin telah menarik hatiku telah berhasil digantikan oleh pagi dan siang, biarlah setiap waktu mempunyai ruang tersendiri di hati ini.


Sumber Foto : https://www.negativepregnancytest.com/wp-content/uploads/2014/02/Pregnancy-Test-At-Night-vs-Morning.jpg



Rahasia yang tak terungkap dari sang Maha Karya menjadi penantian selama manusia termakan usia. Manusia, alam semesta, dan seisinya mungkin telah bersepakat dan menciptakan rahasia pribadi dengan-Nya, sehingga salah satu diantara karyanya membuat manusia terperanga dan bertanya-tanya, apa alam semesta telah bersepakat membuat sebuah kata luka? Kemudian manusia mulai melukai dan dilukai, disamping karyanya yang begitu menakjubkan kemegahan yang diciptakan luka mampu menyita segala waktu yang tersisa, seperti pagi ini tak terasa senja telah terhampar setelah matahari mejemput malam yang berputar, tapi mengapa luka ini tak ikut pulang bersama keheningan nuansa malam dan redupnya cahaya bulan? mereka malah semakin menjalar dan menyebar melewati setiap udara yang alam berikan.

Maret telah berhasil digantikan April, satu lagi luka yang berhasil alam berikan di sela kehingan yang aku rasakan. Banyak punjangga menyairkan suatu karyanya dengan kata luka, apa aku menjadi salah satunya? Tapi aku bukan seorang punjangga, aku hanya manusia yang sedang disapa oleh perihnya lantunan luka. Mengapa? Ya mengapa? Mengapa menyembuhkan luka begitu sakit daripada lukanya itu sendiri, apa angin mulai membantu alam untuk membuat luka ini semakin perih dan semakin pedih? Mungkinkah para pujangga tidak melanjutkan untaian katanya ketika goresan luka sampai di dasar hati setiap pemiliknya? mungkin seperti yang aku rasakan hari ini, tidak ada yang bisa aku rangkai dan untai karna ngilu ini telah berhasil menjalar disekujur tubuhku yang semakin kaku. Tidak heran mengapa setiap bait puisi luka selalu ada akhir yang tidak dapat diterima dengan nalar manusia. 

Setiap kesepakatan akan ada pihak yang dirugikan atau diuntungkan, atau bahkan keduanya. Ini menjadi koleksi pertanyaanku kepada alam semesta, apa yang mereka dapatkan dari manusia yang terluka? sebuah aduan? atau sebuah rengekan dari manusia yang berhasil dilumpuhkan oleh luka dan menggongong bagai serigala yang merindukan bulan purnama? kali ini dari suatu yang jauh di tengah luka yang aku rasakan, aku tertawa bagaimana bisa manusia menangisi sesuatu yang tidak kasat mata? bagaimana bisa para pujangga menggantungkan katanya karna hanya candaan alam semesta? Mungkin pagi ini alam semesta banyak tertawa karna semakin terhampar manusia yang menangis hanya karna luka. Aku bukan mereka, aku bukan candaan alam semesta, aku bukan bagian dari kesepakatan alam semesta dan karya-Nya, aku tidak akan menggantungkan kata dalam tulisanku kali ini. Aku putuskan menutup luka ini agar alam semesta tak menyapa, aku paksakan terus berjalan kedepan walau akan sulit untuk melangkah menuju masa yang akan datang, tapi aku percaya perlahan luka ini akan hilang tanpa meninggalkan setitik bekas yang tertinggal.

Sumber Foto : http://tamsubuon.net